5 Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Harus Kamu Tahu

Peninggalan kerajaan Majapahit memang masih bisa di temukan sampai saat ini di penjuru Nusantara. Peninggalan ini sendiri berasal dari abad ke 13 – 14 Masehi. Pada buku Peradaban Nusantara oleh Tri Prasetyono, S.Pd, mundurnya Kerajaan Majapahit salah satunya di pengaruhi oleh Kesultanan Denmark yang menyebarkan agama Islam ke Pulau Jawa.

Selain itu, ada juga perebutan harta yang terjadi, wafatnya Hayam Wuruk tanpa penerus andal, Perang Paregreg, serta lepasnya kerajaan – kerajaan kecil dari Majapahit yang di anggap jadi salah satu faktir penyebab runtuhnya Majapahit.

Peninggalan Kerajaan Majapahit sesudah keruntuhannya meliputi candi, situs, karya sastra atau kitab, serta prasasti. Peninggalan itu pun kelak jadi salah satu sumber sejarah Kerajaan Majapahit. Lalu, apa saja peninggalan tersebut?

1.Candi Panataran

Pada halaman Candi Panataran, ada prasasti Palah dengan anka tahun 1119 Saka atau 1197 Masehi. Prasasti yang di keluarkan oleh Raja Srengga dari Kediri ini menyebutkan saat Hayam Wuruk di dalam Kirabnya keliling Jawa Timur, ia akan singgah di sebuah bangunan suci bernama Palah.

Angka itu lalu di perkirakan mengacu pada awal pembangunan komplek Candi Panataran sebagai tempat pemujaan.

2.Kitab Negarakertagama Karangan Mpu Prapanca

Negarakertagama memiliki arti Negara dengan tradisi atau agama yang suci. Kitab ini sebenarnya tak di temukan di dalam Kakawin Negarakertagama. Karena, Mpu Prapanca menyebut karyanya dengan judul Dewacawarnana yang artinya uraian tentang desa – desa.

Kitab ini memiliki isi mengenai istilah raja – raja Majapahit, keadaan kota raja, candi makan raja, upacara Sradha, wilayah Kerajaan Majapahit, serta Negara – Negara bawahan Majapahit. Mpu Prapanca sendiri adalah nama samara dari Dang Acarya Nadendra.

3.Candi Tikus

Candi Tikus pertama kali di temukan di tahun 1914 oleh Bupati Mojokerto waktu itu, RAA Kromodjojo. Para ahli memperkirakan kalau candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit di abad ke 14 pada pemerintahan Hayam Wuruk.

Candi ini sendiri di perkirakan sebagai tempat mandi raja seta upacara tertentu yang di rayakan di dalam kolam candi. Candi Tikus juga di anggap sebagai symbol Gunung Meru dengan puncak utama yang di kelilingi 8 puncak lebih kecil.

Gunung Meru juga di hubungkan dengan tirta amarta atau air kehidupan yang di percaya memberikan kekuatan hidup kepada semua makhluk.

4.Gapura Bajangratu

Gapura Bajangratu berada di Dukuh Kraton, Desa Temon, Twowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Gapura sendiri adalah pintu untuk keluar masuk, baik yang beratap maupun tidak. Gapura Bajangratu ini punya bentuk padraksa yaitu bangunan berupa pintu gerbang dengan atap menyatu.

Gapura Bajangratu di perkirakan berasal dari abad ke 14. Gapura ini punya daun pintu dengan 2 lubang di ambang pintu. Gapura dengan corak Hindu ini punya fragmen relief Ramayana di sisinya serta fragmen relies Sri Tanjung pada bagian kakinya.

5.Kitab Sutasoma Karangan Mpu Tantular

Kitab Sutasoma di tulis ke dalam bahasa Jawa Kuno dengan aksara Bali. Bagian dari kakawin ini di jadikan sebagai semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Mpu Tantular hidup di masa pemerintaha raja Rajasanagara atau Hayam Wuruk. Ia adalah seorang penganut agama Buddha namun tetap terbuka pada agama lain, terutama agama Hindu Siwa.

Itulah beberapa peninggalan dari kerahaan Majapahit mulai dari kitab hingga candinya. Semoga bermanfaat.